Ada dua macam limbah, yaitu limbah organik dan limbah anorganik. Limbah organik merupakan jenis limbah yang bahan penyusunnya terdiri dari bahan penyusun makhluk hidup yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan manusia. Limbah ini mudah diurai dalam proses alami. Limbah anorganik merupakan jenis limbah yang berasal dari sumber daya alam tak dapat diperbarui, seperti mineral dan minyak bumi atau dihasilkan dari limbah industri. Sebagian limbah anorganik tidak dapat diuraikan oleh alam, sebagian yang lain hanya diuraikan secara lambat.
1. Sampah Menjadi Masalah Utama Bagi Kehidupan
Sampah sepertinya akan menjadi masalah utama bagi kehidupan jika tidak ada kesadaran lingkungan dan perubahan perilaku pada masyarakat. Kesadaran untuk peduli terhadap lingkungan dan kebersihan sepatutnya dimulai sejak dini dan dari pribadi. Sampah berkaitan dengan budaya, gaya hidup, dan perilaku. Sampah yang dihasilkan masyarakat dibuang sembarangan. Sampah itu dibuang di jalan, kali atau sungai, dan taman kota. Selain mengotori lingkungan, timbunan sampah di sungai atau kali ikut memperparah banjir. Sampah merupakan konsekuensi dari adanya aktifitas manusia. Setiap aktifitas manusia pasti menghasilkan buangan atau sampah. Jumlah atau volume serta jenis sampah sebanding dengan tingkat konsumsi kita terhadap barang/material yang digunakan sehari-hari
Sampah-sampah itu ditimbun dan ditumpuk tanah sehingga membentuk bukit-bukit sampah. Bukit-bukit sampah kini sudah hampir memenuhi areal TPA. Membangun kesadaran peduli lingkungan bisa menjadi salah satu langkah nyata dalam pelaksanaannya. Kurangnya kesadaran terhadap permasalahan sampahdan tidak adanya pengolahan dengan baik menjadi permasalahan yang memprihatinkan. Sebenarnya sampah bukanlah barang yang menakutkan atau barang yang tidak berguna, asal kita tahu bagaimana pemanfaatan sampah yang baik dan benar untuk menjadi bahan yang lebih bernilai pakai dan bernilai jual tinggi.
2. Dampak Negatif dari Limbah Zat Padat
Sudah kita sadari bahwa pencemaran lingkungan akibat perindustrian maupun rumah tangga sangat merugikan manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Melalui kegiatan perindustrian dan teknologi diharapkan kualitas kehidupan dapat lebih ditingkatkan. Namun seringkali peningkatan teknologi juga menyebabkan dampak negatif yang tidak sedikit.
a. Dampak Terhadap Kesehatan
Lokasi dan pengelolaan sampah yang kurang memadai (pembuangan sampah yang tidak terkontrol) merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme dan menarik bagi berbagai binatang seperti lalat dan anjing yang dapat menimbulkan penyakit.
Potensi bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan adalah sebagai berikut
• Penyakit diare, kolera, tifus menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat dapat bercampur air minum. Penyakit demam berdarah (haemorhagic fever) dapat juga meningkat dengan cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang memadai.
•Penyakit jamur dapat juga menyebar (misalnya jamur kulit).
• Penyakit yang dapat menyebar melalui rantai makanan. Salah satu contohnya adalah suatu penyakit yang dijangkitkan oleh cacing pita (taenia). Cacing ini sebelumnya masuk ke dalam pencernakan binatang ternak melalui makanannya yang berupa sisa makanan/sampah.
• Sampah beracun: Telah dilaporkan bahwa di Jepang kira-kira 40.000 orang meninggal akibat mengkonsumsi ikan yang telah terkontaminasi oleh raksa (Hg). Raksa ini berasal dari sampah yang dibuang ke laut oleh pabrik yang memproduksi baterai dan akumulator.
b. Dampak terhadap Lingkungan
Cairan rembesan sampah yang masuk ke dalam drainase atau sungai akan mencemari air. Berbagai organisme termasuk ikan dapat mati sehingga beberapa spesies akan lenyap, hal ini mengakibatkan berubahnya ekosistem perairan biologis.
Penguraian sampah yang dibuang ke dalam air akan menghasilkan asam organik dan gas-cair organik, seperti metana. Selain berbau kurang sedap, gas ini dalam konsentrasi tinggi dapat meledak.
c. Dampak Terhadap Keadaan Sosial dan Ekonomi
• Pengelolaan sampah yang kurang baik akan membentuk lingkungan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat, bau yang tidak sedap dan pemandangan yang buruk karena sampah bertebaran dimana-mana.
• Memberikan dampak negatif terhadap kepariwisataan.
• Pengelolaan sampah yang tidak memadai menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan masyarakat. Hal penting di sini adalah meningkatnya pembiayaan secara langsung (untuk mengobati orang sakit) dan pembiayaan secara tidak langsung (tidak masuk kerja, rendahnya produktivitas).
• Pembuangan sampah padat ke badan air dapat menyebabkan banjir dan akan memberikan dampak bagi fasilitas pelayanan umum seperti jalan, jembatan, drainase, dan lain-lain.
• Infrastruktur lain dapat juga dipengaruhi oleh pengelolaan sampah yang tidak memadai, seperti tingginya biaya yang diperlukan untuk pengolahan air. Jika sarana penampungan sampah kurang atau tidak efisien, orang akan cenderung membuang sampahnya di jalan. Hal ini mengakibatkan jalan perlu lebih sering dibersihkan dan diperbaiki.
3. Cara Menangani Limbah Padat (dalam hal ini adalah sampah)
Prinsip-prinsip Produksi Bersih adalah prinsip-prinsip yang juga bisa diterapkan dalam keseharian, misalnya, dengan menerapkan Prinsip 4R, yaitu:
a. Reduce (Mengurangi); sebisa mungkin lakukan minimalisasi barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.
b. Re-use (Memakai kembali); sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang disposable (sekali pakai, buang). Hal ini dapat memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum ia menjadi sampah.
c. Recycle (Mendaur ulang); sebisa mungkin, barang-barang yg sudah tidak berguna lagi, bisa didaur ulang. Tidak semua barang bisa didaur ulang, namun saat ini sudah banyak industri non-formal dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain. Teknologi daur ulang, khususnya bagi sampah plastik, sampah kaca, dan sampah logam, merupakan suatu jawaban atas upaya memaksimalkan material setelah menjadi sampah, untuk dikembalikan lagi dalam siklus daur ulang material tersebut.
d. Replace ( Mengganti); teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang barang yang hanya bisa dipakai sekalai dengan barang yang lebih tahan lama. Juga telitilah agar kita hanya memakai barang-barang yang lebih ramah lingkungan, Misalnya, ganti kantong keresek kita dnegan keranjang bila berbelanja, dan jangan pergunakan styrofoam karena kedua bahan ini tidak bisa didegradasi secara alam.
Cara pengendalian sampah yang paling sederhana adalah dengan menumbuhkan kesadaran dari dalam diri untuk tidak merusak lingkungan dengan sampah. Selain itu diperlukan juga kontrol sosial budaya masyarakat untuk lebih menghargai lingkungan, walaupun kadang harus dihadapkan pada mitos tertentu. Peraturan yang tegas dari pemerintah juga sangat diharapkan karena jika tidak maka para perusak lingkungan akan terus merusak sumber daya.
4. Apa Saja Keuntungan Pemanfaatan Limbah Padat
Banyak manusia makin menyadari bahwa lingkungan sebagai sumber daya alam untuk melangsukan kehidupan perlu dilestarikan. Manusia berupaya mengatasi permasalahan yang berhubungaan dengan limbah dimana selalu menjadikan masalah lingkungan. Dengan berbagai penelitian dilakukan upaya pemanfaatan limbah secara langsung ataupun mendaur ulang limbah menjadi bahan-bahan bermanfaat bagi manusia. Upaya tersebut akan mengurangi beban polusi dan kerusakan lingkungan serta dapat menghemat sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui mempunyai keuntungan, antara lain sebagai berikut.
a. Keuntungan ekonomi, dengan menggunakan proses daur ulang dari limbah organic dapat diproduksi beberapa [produk atau barang dengan biaya dan harga yang reelatif murah , sebab bahan bakunya tidak membeli, teknologinya sederhana sehingga dapat memberikan keuntungan lebih besar.
b. Keuntungan keterampilan, dengan tersedianya limbah organik yang dapat didaur ulang menimbulkan kreativitas untuk mengolah dan membuat alat-alat sehingga pada akhirnya didapatkan beberapa keterampilan baru dan dapat menyerap tenaga kerja.
c. Keuntungan estetika, pemanfaatan limbah organic untuk didaur ulang dapat mengurangi pencemaran lingkungan, bau busuk, sehingga dapat terjaga udara yang bersih dan segar bebas dari bau busuk dan penyebaran penyakit.
d. Penghematan sumber daya alam hayati, dengan pemanfaatan limbah organic untuk didaur ulang untuk makanan, membuat barang atau menghasilkan jasa maupun energy serta dapat mengurangi pemanfaatan sumber daya alam hayati dalam bentuk segar sehingga dapat megurangi erosi plasma nutfah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar